Pages

Minggu, 28 April 2013

Healthy life: I Love Milk

Healthy life: I Love Milk: I LOVE ME MILK, YOU LOVE MILK WE LOVE MILK………! \(^.^)/ Tau gak sih? Tingkat konsumsi susu di Indonesia sangat rendah dan bahka...

I Love Milk

I LOVE ME MILK, YOU LOVE MILK

WE LOVE MILK………! \(^.^)/


Tau gak sih? Tingkat konsumsi susu di Indonesia sangat rendah dan bahkan terendah di Asia! Di bandingkan dengan Malaysia saja, jumlah orang Indonesia yang mengkonsumsi susu tidak sampai separuhnya. Padahal,,, susu itu nggak hanya berfungsi sebagai pelengkap 4 sehat 5 sempurna, tapi juga kaya manfaat penting bagi tubuh. Nggak percaya?? Yuk kita telusuri kenapa sih kita harus minum susu….
Sehatnya susu

Kandungan segelas susu yang kaya kalori, atau sedikitnya 125 kkal, berfungsi membentuk energy tubuh. Untuk usia remaja dan anak2 yang masih dalam fase pertumbuhan sangat memerlukan susu untuk memenuhi kebutuhan protein dan memperbaiki sel tubuh yang rusak. Nggak Cuma itu, dalam segelas susu juga terdapat berbagai macam vitamin. Cukup beberapa teguk saja, kita bisa mendapat sekaligus vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D, E dan K. Lumayan komplit gak tuh…?
Mengkonsumsi susu juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh loh, sehingga kita tidak mudah sakit. Selain itu, minuman bergizi ini juga dapat membuat kita terhindar dari berbagai macam penyakit, seperti penyakit tulang, kerusakan gigi, bahkan penyakit jantung dan kanker. Wah, banyak banget ya keajaiban susu ini? Dan tahu gak? Susu juga bisa membantu mengistirahatkan sel tubuh alias bisa bikin tidur nyenyak.

Sumber susu & jenis susu

Susu yang kita konsumsi setiap hari itu ternyata gak hanya dari sapi aja loh. Ada juga susu kambing, domba, kerbau, keledai dan yack – yang popular dikonsumsi di Nepal. Tertarik untuk mencoba?
Meskipun sama-sama berwarna putih dan lezat, tetapi susu yang beredar di pasaran memiliki jenis dan kandungan yang berbeda.
          
    Susu murni atau susu perahan sapi.

     Jenis susu ini memang sangat fresh, tapi bukan berarti kita bisa langsung meminumnya ya.. Susu yang berasal secara langsung dari sapi ini harus direbus dulu agar terbebas dari kuman. Jika didiamkan dalam suhu kamar atau tidak disimpan dalam kulkas, susu tersebut hanya mampu bertahan selama empat jam.
 
      Susu cair UHT dan pasteurisasi

 .
  Susu cair yang biasanya mudah kita peroleh di pasaran ini biasanya disterilkan terlebih dahulu dengan teknologi Ultra High Temperature bersuhu lebih dari 100° C, sehingga daya tahannya cukup panjang. Selain itu ada juga metode pasteurisasi yang menghasilkan rasa lebih segar tapi berdaya tahan lebih singkat daripada UHT, yaitu antara 5-21 hari. Meskipun melewati berbagai macam proses, tapi kandungan gizi susu cair tidak terlalu banyak mengalami penurunan, jadi tetap bagus untuk dikonsumsi.
 
 Susu bubuk.
     Proses sterilisasi yang cukup panjang membuat susu bubuk lebih awet, namun kadar gizinya mengalami penurunan. Biasanya ditambahkan berbagai vitamin dalam susu bubuk untuk mengembalikan nilai gizinya.





Usia konsumen susu
ü  Bayi dan anak2 : penting banget untuk mendapatkan ASI hingga umur dua tahun, dan sianjurkan dengan konsumsi susu sampai 3-4 / hari selama masa awal pertumbuhannya
ü  Remaja : nggak mau minum susu karena takut gemuk? Basi banget tuh….. karena ternyata kalori yang ada di dua gelas susu itu hanya 1/6 dari kalori yang kita keluarkan setiap hari. Sedangkan manfaatnya besar banget bagi remaja yang masih dalam masa pertumbuhan dengan segudang aktivitas. Bagi yang nggak suka minum susu, jangan langsung putus asa. Bisa diakali dengan menu yang memiliki kandungan susu seperti keju, ice cream, yoghurt, milkshake, pudding dan biscuit. Produk olahan susu tersebut juga tidak kalah bergizi lho.
ü  Dewasa & lansia : kalo uda dewasa kita boleh stop minum susu? Oh no..! salah banget, justru susu harus terus dokonsumsi sepanjang umur kita agar kesehatan dan kebugaran tubuh tetap terjaga, terutama untuk dapat terhindar dari osteoporosis.

Minggu, 21 April 2013

K3 : Faktor Resiko Pada 7 Sektor Kerja

Faktor Resiko di Berbagai Sektor Kerja Faktor Resiko Pekerjaan Proyek
Pekerjaan proyek memiliki beberapa karakteristik seperti : melibatkan jumlah tenaga kerja yg besar, banyak tenaga kasar yg berpendidikan rendah, menggunakan peralatan kerja beragam jenis, kondisi dan kapasitasnya, serta mobilisasi tinggi dengan intensitas kerja yg juga tinggi. Maka pekerjaan ini memiliki banyak resiko kecelakaan kerja sehingga perlu diterapkan manajemen resiko. Berbagai jenis bahaya konstruksi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja adalah sebagai berikut :
    1. Hazard fisik : terjatuh, terbentur, tertimpa peralatan2, terbakar (contoh: saat pengelasan)
    2. Hazard kimia : ditimbulkan dari bahan2 yang digunakan seperti cat, zat pelarut, paparan debu - mengganggu pernapasan
    3. Hazard electric : tersengat listrik saat memasang instalasi listrik / ketika menggunakan mesin dengan listrik
    4. Hazard fisiologis : intensitas kerja tinggi menimbulkan kelelahan kerja, intensitas kerja tinggi – kelelahan kerja
    5. Hazard biologis : mikroorganisme patogen (bakteri, virus, jamur, dlsb)
    6. Ergonomic : posisi tubuh statis, ketidaksesuaian peralatan dengan pekerja

Faktor resiko pada bidang kesehatan
Pekerjaan pada sector kesehatan sangatlah rumit, oleh karena itu banyak sekali menerapkan konsep manajemen resiko. Contoh sederhananya yaitu banyaknya penggunaan kimia yg berdampak pada kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar. Karena pada proses kerjanya banyak terdapat hazard berupa kimia, fisik, biologis, fisiologis, ergonomis, dan psikologis. Pekerja dan pasien rentan terhadap berbagai bahaya baik bersumber dari aktivitas operasi maupun penularan bibit penyakit langsung dari pasien ataupun melalui perantara berupa peralatan dan vector-rodent. Peralatan medis dengan radiasi juga berdampak pada kesehatan pekerja, ditambah lagi dengan intensitas kerja yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan kerja.

Faktor resiko pada sektor transportasi
Manajemen resiko pada sector transportasi dapat digunakan untuk menguji apakah system yg digunakan sudah cukup aman. Factor yg dapat menentukan keamanan transportasi antara lain : kondisi geografis, rute, cuaca, kondisi alat transportasi (perawatan), sarana penunjang dan factor pengemudi (meliputi kecakapan berkendara, pengetahuan, dan kesehatan).

Faktor resiko pada sector pertambangan
Di lingkungan kerja sector pertambangan banyak kegiatan yang mengandung resiko yg jika tidak ditangani dengan baik mengakibatkan timbulnya kecelakaan pada manusia maupun kerusakan peralatan dan lingkungan. Bahaya yg ada antara lain :
    a. Debu tambang : penyakit pada pernapasan, keracunan, kerusakan peralatan, ledakan debu batu bara – kebakaran tambang.
    b. Kebisingan : paparan kebisingan dalam waktu lama dan melebihi NAB menyebabkan bahaya pada manusia (tuli, penyempitan arteri, peningkatan ritme jantung, gangguan saraf,dll)
    c. Getaran dari alat2 mekanik : alat berat, jack hammer – frekuensi rendah & tinggi yg dapat diterima oleh seluruh tubuh & merambat melalui tangan
    d. Serta bahaya lain seperti adanya kandungan gas yg mudah meledak/terbakar/beracun, longsor/runtuh


Factor resiko pada sektor kehutanan
Pekerjaan pada sector kehutanan termasuk beresiko karena dalam prosesnya banyak kegiatan yang mengandung bahaya / menggunakan peralatan yang berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.
Contohnya pada operasi beresiko tinggi seperti :
    a. pekerjaan memanjat pohon : resiko terjatuh, cadera
    b. pembersihan pohon tumbang : resiko tertimpa batang pohon / cedera, penggunaan mesin gergaji, pemotongan batang secara manual dengan kampak
    c. penanggulangan kebakaran hutan : asap - gangguan pernapasan, iritasi mata

kegiatan yang beresiko pada proses pemanenan :
    a. penebangan dengan gergaji mesin & manual
    b. merobohkan pohon cut-up / tergantung
    c. pemotongan batang & cabang secara manual (kampak, golok tebas) dan gergaji mesin
    d. pembagian batang secara mekanik, pengangkutan


Factor resiko pada sector pertanian
Pekerjaan di sector pertanian termasuk beresiko karena banyak menggunakan produk2 kimia serta peralatan dengan mesin / perlatan tajam. Contohnya ketika menggunakan pestisida pada tanaman, secara tidak sengaja dapat tertelan / pun masuk melalui saluran pernapasan. Penggunaan pupuk berlebihan juga beresiko untuk kesehatan manusia. Lokasi perkebunan/pertanian pun menentukan tingkat resiko. Perkebunan yang ada di lereng yg curam dapat menyebabkan tanah longsor dan menurunkan daya resap air. Maka dari itu pekerjaan pada sector ini perlu menerapkan manajemen resiko sehingga dapat mencegah dampak yg tidak diinginkan.

Factor resiko kebencanaan
Bencana alam dapat menyebabkan kehilangan nyawa, cedera, serta kerugian materi. Contoh masyarakat yang bermukin di lereng pegunungan sangat beresiko mengalami tanah longsor maupun gunung meletus, dan masyarakat di pesrisir beresiko terkena tsunami dan banjir rob, begitu juga masyarakat yang dekat dengan sungai sering mengalami dampak banjir. Jika sudah terjadi bencana, biasanya setelah itu muncul bencana lain seperti masalah sanitasi buruk yang menyebabkan berbagai gangguan kesehatan dan ketersediaan sandang papan dan pangan yang tidak memadai. Oleh karena itu diperlukan penerapan manajemen resiko untuk mensiasati masalah tersebut